Film/ sampah/ sinetron/ dunia airmata… atau apapun lah Anda menyebutnya

FILM... OH, FILM!!Karena saking bosannya aku jalan-jalan ke beberapa tempat di pelosok dunia maya, dan nyasar di beberapa tempat. Ketemu sebuah tulisan yang ngasih tau ada film yg judulnya Mau Lagi (ML), dan katanya harus disensor/ dipotong rol filmnya sepanjang 15 meter. Ya ampuun (kayaknya film2 sekarang, yang harus dipotong semakin panjang nih…)

Abis baca tulisan itu, aku jadi ingin mengungkapkan unek2 ku terhadap dunia perfilman Indonesia saat ini (bukan sebagai expert tentunya, hanya sebagai orang yg freak terhadap film2/ drama2 bagus, puas dg dunia musik Indonesia, tapi sangat kecewa dg perfilmannya.

Sesuai judulnya yang walaupun telah dipikirin capek2 oleh sipembuat film untuk diplesetin dan dikamuflase, ML, tetep aja ujung2nya ada SFXnya (baca: SoundEffects, SoundFx, atau bagi yg pura2 pilon: SEX). Aku bukannya menyalahkan pembuatannya loh, melainkan pola pikir mereka yang membuat kita berpikir “kok…itu2 mulu yah…?

Yah… begitulah gambaran kualitas perfilman Indonesia, menurutku. Karena saking ga punya idenya untuk bikin film yang bagus, yang serius, yang unik, yang orisinil, dan yang akan ditonton karena kualitasnya… akhirnya mereka bikin film yang akan laku cukup dengan memanfaatkan insting alami manusia, yang tak perlu banyak dicerna: SEX

Ada sih film2 Indonesia yang kusuka. Nagabonar contohnya. Tapi film/ sinetron kita yang udah ada kebanyakan India banget karena emang Om2nya dari India semua (bahkan film asli India kadang lebih bagus), biasanya akan dikenali dengan beberapa ciri2 sebagai berikut:

Kamera statis.

Kameranya disituuuuuu mulu. Ga gerak2!! “Kameramennya malas jalan kali ya???” πŸ™‚ Beda ama film2 luar dengan kamera dinamis yang tahu kapan saatnya diam dan kapan harus bergerak, yang ikut bergerak dengan aktornya, yang akan membuat kita merasa hidup dan bergerak dengan mereka.

Belum lagi zoomnya, bikin sakit mata! Gimana enggak? Layar TV kita cuma dipenuhi oleh kepala si aktor/ aktris! Khusus untuk aktor/ aktris yang berjerawat, alhamdulillah jerawatnya bisa dinikmati oleh para penonton setia secara jelas dengan kualitas HD/ High Definition… hal ini merupakan salah satu alasan kenapa aku benar2 ga mau jadi aktor (selain karena ga ada yg nawarin, hehe).

Cerita mudah ditebak.

Kalo ga ada hantu, pasti ada orang2 kaya jahat penuh dendam yang disuruh berakting dengan ekspresi kayak hantu yang kalo ngomong, mulut udah ga jelas bentuknya, mata seolah2 mau keluar, dan bahasa/ suara/ tawa yang frekuensi bunyinya bisa mencapai beberapa ribu desibel yang bahkan hantu pun takut untuk mendengarnya (ehm…agak berlebihan memang πŸ™‚ ). Ato alternatif lain, film/ sinetron tentang Islam, yang kadang membuatku malu, menjilbabkan orang yang jelas2 ga mau berjilbab, dengan artis yang susah payah berusaha untuk tiba2 saleh dg harus pake peci kemana2 (kayak sopir pribadi aja), dan biasanya tak lupa… tetep ada hantunya!!

Audionya sucks

Satu sound effect/ musik kayaknya digunakan untuk semua film. Alias efek suaranya itu2 mulu. Buat mukul orang pake bunyi drum, kalo lagi tegang, pake bunyi simbal. Aku pernah liat satu video bikinan anak negeri kita yang memperlihatkan betapa banyak bunyi simbal dalam satu episode sebuah sinetron. Ada berapa kali coba?? 20-an lebih. Gila!!

Suka banjir

Banjir dengan scene air mata maksudnya (obat tetes mata bakal laku bgt tuh). Memanjakan hati, setiap jeda satu/ dua iklan pasti ada adegan nangis, seolah2 ga ada kebahagiaan lagi di muka bumi ini. Seolah2 manusia itu jahat semua dan suka menindas (padahal fitrahnya kan baik). Coba klo ada film/sinetron yang mengeksplore kebaikan diselimuti aura yang sedikit positif yang akan membuat kita tersenyum manis dan bernapas lega, bukannya darah tinggi! Pasti seru πŸ™‚

RianLendar 1, RianLendar 2 (Sekuel oh… sekuel)

Kalau suatu sinetron diterima baik oleh masyarakat, udah bisa dipastikan ada sekuel yang ceritanya semakin ngaco dan hampir ga masuk akal. Aji mumpung kali ya? Atau minim budget? Memanfaatkan kesempatan, mengambil celah, atau apapunlah namanya sehingga kru2 sinetron tetap punya penghasilan untuk menghidupi keluarganya, dan rumah film tetap bisa melanjutkan foya2nya. Kadang seperti tak peduli bahwa suatu film/sinetron akan jadi aneh jika teruus, teruuus… dan teruuuus bersambung. Film yg bagus menurutku tau kapan harus bersambung dan tahu kapan harus berakhir. Jika memang suatu film bagus udah saatnya berakhir, kenapa ga bikin film bagus selanjutnya utk nyambung hidup. Emang ga gampang sih, tapi it’s worth a try.

Ini film Indonesia atau bukan sih??

Indonesia itu negara yang mempunyai daerah2 yang berbeda, kaya akan budaya, beragam suku bangsa, dihiasi dengan keindahan masing2 alamnya. Namun baru sedikit yang memasukkan unsur ini ke dalam materi film, bahkan si BoLang (Bocah Petualang), mungkin lebih ahli dalam hal ini.

Penghuni negara kita tidak hanya setan jin, dan orang-orang jahat, tapi juga manusia-manusia yang mempunyai banyak hal unik untuk diceritakan. Jadi kenapa malah ngefilmin setan/ kriminil? Apa setan bisa dibayar lebih murah kali ya? Gimana para Madam dan Mister di luar negeri sana ga takut, ngeliat Indonesia kayak gitu???

Film korea misalnya… seperti Coffee Prince, Goong, ato Winter Sonata (ugh, jadul bgt). Mereka bikin film biasanya unik, walaupun dalam satu tema (yang biasanya cinta), tetep aja ada perbedaan yang signifikan antara yang satu dengan yang lainnya. Mereka tahu apa yang mereka lakukan, mereka serius, riset pun dilakukan bahkan mungkin hanya untuk hal sepele dalam film seperti pakaian, makanan, arsitektur rumah, dan tempat-tempat bagus yang sekalian bisa jadi promosi negara tersebut. Mereka memamerkan negaranya dalam sebuah film yang bukan tentang pameran negara, melainkan tentang cinta. Mereka bisa menggabungkan berbagai unsur sehingga semuanya terasa alami dan enak untuk diikuti.

Seandainya Indonesia bisa seperti ini, kurasa ga perlu capek-capek bikin Visit Indonesia 2008 yang mungkin tetap akan begitu sampai beberapa tahun kedepan karena yang mereka ketahui ttg negara kita sangat berantakan. Mereka taunya cuma Bali. Mungkin sebaiknya negara kita jadi Balinesia aja kali ya?? (becanda kok, Pak SBY πŸ™‚ )

Atau film barat yang kita udah sama2 tau, mempunyai Hutan Suci (baca: Hollywood ) yang keren itu. Mereka selalu menang dalam teknologi yang saking hebatnya bahkan kita tidak sadar bahwa kita dibohongi. Mereka membuat yang tiada menjadi ada. Imajinasi mereka gila2an, diiringi oleh kemampuan animasi mereka yang tak kalah gilanya.

Dikubu manakah perfilman Indonesia tercinta? Entahlah… aku juga lagi nyari2 dia ada dimana. Mungkin masih tenggelam di lumpur Lapindo (ahh.. ngomong apa aku)

Di salah satu komentar blog tetangga aku membaca: “Buktiin, Jgn ngomong doang bisanya lu…!!” Sebenarnya setiap orang bisa melakukan sesuatu, namun kesempatanlah yang membatasi. Jadi, bagi orang2 yg mempunyai akses dan kesempatan dalam hal ini, berjuanglah!!! Ato klo ga, beri aku fasilitas yang mencukupi dan tunggu… mungkin aku bisa melakukan sesuatu

Trus, klo ada yang berpendapat miring ttgku, menganggapku yang ga2 dsb, silakan! Namun aku murni berharap negara tercinta kita ini dapat berubah. Paling tidak… dimulai dari dunia perfilmannya. πŸ™‚

================================================

Akhir postingan ini…

================================================

Iklan

11 Responses to “Film/ sampah/ sinetron/ dunia airmata… atau apapun lah Anda menyebutnya”


  1. 1 nenyok Mei 16, 2008 pukul 11:38 pm

    Salam
    Saya termasuk yang mengamini pendapat anda, duh Film kita, boleh jadi tema dan topik yang diangkat sudah bagus tapi penyajiannya itu lho, akh …………..UUD ujung2nya duit, nihil idealisme
    btw salam kenal ya trims sudah mampir ke gubukku πŸ™‚

  2. 2 bisnis pulsa Mei 17, 2008 pukul 7:46 am

    ulasan yg bgs salam kenal πŸ˜†

  3. 3 irianto Mei 17, 2008 pukul 4:11 pm

    ide anda smart. gue setuju. bangsa kita memang lagi sakit…khususnya buat yang ngaku masyarakat film Indonesia, yang mengukur kecerdasan bangsa dengan adanya badan sensor film!! kacian..rendah betul IQnya.

  4. 4 natazya Mei 17, 2008 pukul 5:56 pm

    jangan ditonton… jangan ditonton…

    *sudah menetapkan memilih tidak ribut dan tidak menonton juga masih belum bisa punya rasa bangga pada karya anak bangsa (di bidang ini saja…lain mah beda!)

    ^_^

    salam knal saja πŸ˜€

  5. 5 herman Mei 18, 2008 pukul 2:12 pm

    itulah kalau kena penyakit kawin silang , film dikawin sama politik, film dikawin komersialisasi, film dikawinin agama, film dikawin bayi ( nangis-nangis dll) …. dan seterusnya ….. he he

  6. 6 brianari Mei 18, 2008 pukul 5:13 pm

    @irianto:
    Terima kasih (u_u )

    @natazya:
    Iya… jangan ditonton…

    *sambil nyari remote tv* πŸ™‚

    @herman:
    Hahahaha… ada ada aj mas Herman ini πŸ™‚

  7. 7 qzink666 Mei 22, 2008 pukul 6:49 pm

    Orang kitanya juga sih, bro.. mau-mau aja nonton setantron gak mutu kayak gitu.. πŸ˜€ Atau karena nggak ada pilihan lain ya??

  8. 8 brianari Mei 23, 2008 pukul 9:44 am

    @qzink666:
    Ga ada pilihan ya?…. bener juga sih.
    Ayo sineas Indonesia!! Munculkan pilihan baru! πŸ˜€

  9. 9 yola Juni 7, 2008 pukul 11:35 am

    ko bg rian kan yo??

    makanya bg, lebih enak nonyon film luar..

    film ina yg bisa dibilang bagus mah kek Ayat2 Cinta, Nagabonar..

    kunjung balik ya bg..
    heheee..

  10. 10 glaydenty Juni 22, 2008 pukul 2:20 pm

    betul2 setuju 1000 % deh kalo soal sinetron indo is sampah.
    bener2 payah no bobot, penjiwaannya kurang kayaknya.

  11. 11 tio Januari 8, 2010 pukul 3:23 pm

    selera masyarakat jg doyan film sampah kok…makanya film sampah byk diproduksi…komersil!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




WELCOME TO MY PLACE!
Selamat datang di tempat saya. Mudah-mudahan Anda bisa menemukan apa yang Anda cari (walau ga da papa disini). Jika Anda tidak terlalu sibuk, tolong tinggalkan "sesuatu" (baca: comment). Soal isi, maaf baru dikit. Saya lagi belajar ngutak-atik WP ini

RianLendar

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

PostLendars teratas

Jml tamu sampai saat ini :

  • 35,039 tamu
RELATIONS :










%d blogger menyukai ini: